8 tewas, 17 terluka dalam ledakan bunuh diri di dekat sekolah di Mogadishu, Al Shabaab mengaku bertanggung jawab, World News
World

8 tewas, 17 terluka dalam ledakan bunuh diri di dekat sekolah di Mogadishu, Al Shabaab mengaku bertanggung jawab, World News

Sebuah bom mobil di dekat sebuah sekolah di ibu kota Somalia, Mogadishu, merenggut delapan nyawa dan menyebabkan sekitar selusin terluka pada hari Kamis, dalam serangan yang diklaim oleh teroris Islam Al Shabaab.

Menurut laporan, konvoi besar yang membawa pasukan dari AMISOM, pasukan Uni Afrika yang memerangi kelompok Al Shabaab yang terkait dengan Al-Qaeda, sedang melewati daerah itu ketika bom meledak.

Juru bicara polisi Somalia Abdifatah Adan mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat bahwa delapan warga sipil tewas, dan 17 lainnya terluka, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Orang tua yang sedih bergegas ke lokasi serangan, yang merusak gedung sekolah, dengan siswa yang terluka dibawa ke rumah sakit di sekitar kota, menurut AFP.

Mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu, Al-Shabaab mengatakan bom itu ditujukan pada “pelatih militer.”

Baca juga | Militan Al Shabaab menyerang pangkalan militer, merebut kembali kota Somalia dari pasukan pemerintah

Serangan terbaru terjadi di balik pembunuhan seorang jurnalis Somalia terkemuka, Abdiaziz Mohamud Guled.

Al-Shabaab telah mengaku bertanggung jawab atas pemboman itu, yang menyebabkan seorang rekan wartawan terluka parah.

Guled, direktur Radio Mogadishu milik pemerintah, adalah seorang kritikus sengit terhadap kelompok Islamis.

Baca juga | Al-Shabaab menyerukan serangan terhadap AS, kepentingan Prancis di Djibouti

Al Shabaab, yang telah melancarkan pemberontakan dengan kekerasan terhadap pemerintah negara yang rapuh sejak 2007, mengatakan para pejuangnya telah lama mengejar wartawan itu.

Militan juga mengklaim dua serangan pada September yang menewaskan 17 orang.

Sebuah bom mobil pada 25 September di dekat istana presiden menewaskan delapan orang, termasuk penasihat perdana menteri untuk perempuan dan hak asasi manusia, Hibaq Abukar.

Sebelas hari sebelumnya, sembilan orang, kebanyakan dari mereka anggota pasukan keamanan Somalia, tewas dalam ledakan di dekat pos pemeriksaan Mogadishu.

Al-Shabaab menguasai ibu kota sampai 2011 ketika didorong oleh pasukan AMISOM, tetapi masih menguasai wilayah di pedesaan dan sering melancarkan serangan terhadap pemerintah dan sasaran sipil di Mogadishu dan di tempat lain.

(Dengan masukan dari instansi)


Posted By : hk prize